Hukum Kekekalan Masalah (Raw)
Sudah lama sekali tidak nge-blog... mungkin aku sudah malas untuk menceritakan kejadian2 dalam hidupku. Dalam posting ini pun aku tidak akan menceritakan apa2 tentang hidupku melainkan hanya akan mengepost suatu tulisan yg dibuat aku dan teman2 ku di indo. Sayangnya edisi revisi terakhir dan yg lengkap hilang bersama diformatnya hard disk ku. Kini yg tersisa hanyalah sebagian kecil yg ditulis oleh aku sendiri dengan kilasan ide dr temanku. Untuk edisi lengkapnya aku jg sedang berusaha memintanya dr teman2ku...
Inilah Edisi terawal dr Hukum Kekekalan Masalah:
HUKUM KEKEKALAN MASALAH
“masalah adalah kekal, tidak dapat dihilangkan atau dibentuk melainkan hanya dirubah menjadi masalah lain yang berbeda dampaknya, berbeda subjek penderitanya, atau berbeda masa berlakunya”
Seperti yang kita ketahui, dalam kehidupan ini kita tidak dapat lepas dari masalah. Masalah terus datang bertubi-tubi tanpa ada hentinya. Kebanyakan orang berpendapat bahwa masalah itu datang terus menerus setelah selesai satu masalah akan muncul masalah lain. Tapi darimana asal masalah yang datang terus-menerus. Apakah jumlah masalah itu tak terbatas?
Bukan tidak mungkin bahwa masalah bersifat kekal seperti yang tertulis di atas. Kita merasakan masalah yang datang terus-menerus dan amat merepotkan dalam kehidupan sekarang ini padahal sudah begitu banyak penemuan-penemuan manusia untuk mengatasi masalah-masalah. Tapi apakah penemuan itu menghilangkan masalah? Ternyata tidak. Bila kita bandingkan kehidupan kita sekarang ini belum tentu menghadapi masalah yang lebih sedikit atau ringan dibanding kehidupan ribuan tahun lalu. Bukan tidak mungkin bahwa masalah yang kita hadapi sama atau lebih banyak dibanding masalah yang dihadapai nenek moyang kita. Hal ini menunjukan adanya kekekalan masalah dimana penemuan-penemuan manusia menyelesaikan satu masalah tetapi juga menimbulkan masalah baru yang berbeda dampak atau sasarannya.
Bila kita melihat kegiatan perekonomian, jumlah uang yang beredar sebenarnya tetap sama. Meskipun setiap tahun diciptakan uang baru tapi hal itu juga disertai dengan kenaikan harga. Jadi bila ada satu orang sukses / kaya berarti ada satu orang miskin. Jumlah tingkat kesejahteraan secara total tetaplah sama. Misalnya dalam hal tender atau penawaran bila ada satu orang yang menang berarti ada satu orang yang kalah dan hal ini bukan menyelesaikan masalah melainkan memindahkan masalah dari satu orang ke orang lain. Kegiatan mencuri juga bisa dikategorikan menyelesaikan masalah keuangan bagi si pencuri tapi menimbulkan masalah keuangan bagi yang dicuri. Dalam persaingan bisnis pasti ada yang menang dan ada yang kalah karena jumlah pelanggan atau konsumen kurang lebih tetap sehingga bila seorang pengusaha ingin meningkatkan penjualan berarti dia harus menyerap atau mengambil pelanggan perusahaan lain. Dan satu hal yang perlu diperhatikan, meskipun kita telah kaya dan sukses belum tentu kita terbebas dari masalah dan bukan tidak mungkin malah masalah bertambah banyak.
Dalam dunia pendidikan, hal serupa juga terjadi. Bila ada seseorang yang belajar dengan giat dan berhasil meraih prestasi gemilang maka akan ada orang yang posisinya tergeser karena penghargaan peringkat 1 tetap dan tidak bertambah. Dalam hal ujian masuk Universitas atau SMA, bila ada satu orang yang berhasil masuk maka ada satu orang yang ditolak karena kapasitas yang terbatas. Demikian pula dengan kelulusan. Tingkat kelulusan yang tinggi tidak menyelesaikan masalah karena bila organisasi di atasnya seperti daya tampung Universitas yang terbatas dan lapangan kerja yang terbatas justru menyebabkan lulusan tersebut menjadi pengangguran. Tingkat kelulusan yang rendah juga menimbulkan masalah dan menyelesaikan masalah juga. Menimbulkan masalah karena terbuangnya waktu dan biaya. Sementara menyelesaikan masalah bagi orang-orang yang berhasil lulus karena dengan sedikitnya orang yang lulus maka orang yang lulus akan mudah mencari universitas maupun pekerjaan.
Dalam bidang Fisika, kita mengenal tentang hukum kekalan momentum dan hukum kekalan energi. Kedua hokum ini bisa dianggap bagian dari kekalan masalah. Dalam kekalan momentum bila ada benda yang maju maka harus ada benda yang mundur demikian pula hukum aksi-reaksi Newton. Dalam hokum kekalan energi mengenai piston, bila kita ingin mengeluarkan gaya sedikit kita harus menarik atau mendorong jauh dan bila ingin menarik atau mendorong jauh diperlukan gaya yang besar sehingga energi yang dikeluarkan sebenarnya sama saja.
Dalam bidang teknologi, penemuan mesin-mesin pada masa Revolusi Industri merupakan hal yang begitu membanggakan. Dengan mesin-mesin itu produksi barang menjadi cepat dan murah. Mereka menganggap bahwa mesin dapat menyelesaikan masalah mereka. Tetapi sejarah mencatat bahwa Revolusi Industri menimbulkan masalah yang tidak kalah banyaknya dengan masalah yang diselesaikannya. Masalah kesenjangan, masalah pengeksploitasian SDA yang menyebabkan kerusakan lingkungan, maupun pencemaran lingkungan. Bahan Bakar Minyak yang menghasilkan energi besar dan murah juga menimbulkan masalah karena menyebabkan pencemaran lingkungan dan menyebabkan berkurangnya minyak bumi. Dalam hal ini teknologi hanya merusak hal-hal yang ada di alam untuk menyelesaikan masalah mereka. Tetapi perlu diingat bila dalam pembakaran/pemecahan ikatan kimia dihasilkan energi maka untuk membentuk kembali zat itu diperlukan energi yang sama besarnya.(Hukum kekekalan Energi dan Termodinamika) Sepertipula proses katabolisme yang menghasilkan energi dan proses anabolisme yang memerlukan energi. Manusia hanya dapat merusak cadangan minyak bumi tetapi tidak dapat memproduksi kembali minyak bumi. Jadi bila dilihat secara lebih mengglobal dan jangka waktu yang panjang penemuan mesin-mesin maupun BBM menunjukan kekalan masalah dimana masalah sekarang dapat diselesaikan tapi menimbulkan masalah baru di masa yang akan datang.
Pemanfaatan tenaga surya sebenarnya cukup baik dan mampu mnyelesaikan masalah karena memanfaatkan energi yang terbuang sia-sia. Tapi perlu diingat tentang kekekalan energi dimana energi jumlahnya tetap dan matahari terus-menerus mengeluarkan energi dalamnya. Dalam keadaan ini suatu saat matahari dan sumber-sumber energi berupa bintang lainnya juga akan habis dan untuk membentuk kembali matahari diperlukan energi yang sama besar dengan energi yang dilepas matahari sepanjang hayatnya. Teknologi nuklir menghasilkan energi yang sangat besar tetapi bila kita sadari sebenarnya energi nuklir diperoleh dari defek massa yang artinya menukar massa materi dengan energi. Dan jangan lupa tentang sampah radioaktif yang sangat berbahaya. Memang teknologi nuklir hanya menghilangkan kurang dari 0.1 % dari massanya dan menghasilkan energi yang luar biasa. Tetapi bila hal ini dilanjutkan terus menerus dalam jangka waktu triliunan abad bukan tidak mungkin alam semesta akan menjadi sesuatu yang hampa. Sementara manusia dapat menghancurkan massa atau materi tetapi manusia belum mampu membuat materi atau massa. Seandainya bisa pun energi yang diperlukan untuk membuatnya sama dengan energi diperoleh dari pengurangan massa. (wow, berapa besar energi Tuhan yang menciptakan materi dengan massa limit menuju tak hingga Ton). Jadi sebenarnya baik tenaga surya maupun teknologi nuklir hanya memindahkan masalah ke masa yang akan datang meskipun masih sangat lama baru hal itu akan terjadi. (Edd,Had)
